Rabu, 16 Mei 2012

Belajar Internet Marketing dan Bisnis Online dari si Mbah

Si Mbah telah mengajarkan segalanya dalam kehidupan kita. Si Mbah sudah kenyang pangalaman asam garam kehidupan. Kita bisa bertanya kepada si Mbah kita yang sebenarnya, orang tua ayah dan ibu kita, maupun si Mbah yang saya maksud dalam tulisan ini.

Menyambung tulisan tentang bisnis online kemarin, ada tips mudah yang umumnya sudah sering kita lakukan bila kita tidak mengerti sesuatu. Umumnya kita langsung bertanya langsung ke si Mbah Google. Ketik pertanyaan, kerisaun, kegalauan dan kegundahan lainnya, sejurus kemudian Mbah Google akan memberikan alternatif ribuan jawaban.

Sobat, ada banyak jalan menuju Roma, begitu kata pepatah. Google.com telah banyak membantu kita dalam menemukan beragam informasi yang diberikan oleh para pengguna internet di berbagai belahan dunia. Umumnya informasi, tips, trik dan tutorial itu sifatnya gratis, baik dalam bentuk ulasan artikel narasi maupun dalam bentuk video, ebook dan lainnya.

Maka bila kita kreatif dan bersemangat tinggi dalam mempelajari sesuatu, termasuk bisnis online dan internet marketing, maka tidak ada alasan apapun untuk mengatakan, “saya tidak bisa”, “saya tidak tahu” dan seterusnya. Bila kita ingin belajar membuat website, kita bisa mengetik kata kunci yang kita inginkan. Untuk memperdalam ilmu tentang Wordpress, Blogspot, Facebook, Youtube dll begitu banyak tutorial yang membahasnya. Kita hanya perlu meluangkan waktu sejenak untuk duduk manis dan browsing menikmati semuanya.

Tapi dengan fakta seperti itu, kenapa seringkali kita merasa pesimis dan merasa tidak mudah dalam berbagai hal? Bahkan seringkali kita merasa masih kesulitan? Sebagian orang melihat fakta seperti ini membuat mereka bersemangat untuk belajar menimba ilmu dari siapapun. Tapi sebagiannya lagi justru mengabaikannya. Ketika diberitahu, ‘kan ada si Mbah? Anda kan bisa mencari informasi dengan bantuannya? Barulah dia sadar. Walaupun banyak pula yang belum menyadari.

Dalam bisnis online, saya yakin rata-rata para master pun tidak akan bisa menguasai secara otodidak. Secara bertahap mereka menguasai satu per satu pengetahuan yang akan diterapkan dalam bisnisnya. Maka bila ada yang masih berpikir segalanya bisa instan alias simsalabim, sepertinya salah alamat.

Tapi Sobat, Si Mbah Google ini selain bisa menjadi alat yang sangat luar biasa dahsyat untuk menimba beragam ilmu kanuragan internet marketing, juga bisa menjadi alat yang sama sekali tidak berguna bila kita salah memperlakukannya. Hati-hatilah kita bisa terjebak dalam belantara rimba raya tak bertuan, dan tidak menemukan apapun yang bermanfaat karena kita tidak bisa mengemas informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat.

Otak manusia ada batasnya. Sama dengan kekuatan tubuhnya. Contoh: bila seharian kita menghabiskan waktu untuk browsing di Google.com dan hanya untuk mencari sesuatu yang menyenangkan nafsu inderawi saja (misalnya mencari gambar dan video tak senonoh), maka yang kita dapat pun hanya sebatas itu. Akan berbeda bila kita menjadikan waktu kita benar-benar bermanfaat untuk mempelajari tips-tips sukses di bisnis internet.

Google.com akan menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi memang sudah terbukti membantu kehidupan kita, di sisi lain tanpa kita sadari justru akan menjerumuskan kita pada kegiatan-kegiatan yang minim manfaatnya. Semua tergantung dari cara pandang kita dalam memperlakukan alat tersebut. Bijaklah dalam bertindak hehe

Karena otak manusia ada batasnya, sedangkan kita tidak tahu kapan suatu informasi kita butuhkan untuk mendukung pekerjaan kita, Google menjadi sarana ampuh untuk menyimpan sebagian besar memori kita yang akan kita butuhkan setiap saat. Contoh: suatu ketika saya ingin membuat blog Wordpress.com saya menjadi toko online, maka dengan kata kunci “cara membuat toko online dari wordpress” akan banyak saya temukan tutorial bermanfaat dari para blogger.

Saya baca dan praktikkan saat itu juga. Jika memang ada alat-alat yang perlu dibeli, ya harus dibeli. Sejak saat itu di momori saya tersimpan pengetahuan singkat untuk membuat toko online dari website berbasis Wordpress. Detailnya tidak perlu saya ingat betul karena toh besok-besok bila ada project lagi untuk membuat toko online, saya masih bisa membukanya. Demikian pula dengan beragam keperluan kita untuk bisnis online, saya kira semua ada di Google.com

Namun bila kita tidak waspada, kita pun bisa tersesat. Bukannya toko online yang kita buat, justru kita terjebak dalam beragam informasi yang tidak berkaitan dengan project kita.

Sobat inti cerita, siapapun Anda, asal rajin membaca dan menerapkan, Google.com bisa menjadi sarana ampuh untuk kesuksesan bisnis online kita. Tidak ada lagi kata “saya tidak bisa” atau “saya tidak tahu”. Beragam tutorial tinggal kita baca dan praktikkan.

Kalau masih tidak bisa, bagaimana? Ya… ya kan itu tutorial ada yang menulis, dan biasanya juga ada kolom komentar. Kita bisa bertanya via email, via komentar dan seterusnya. Kalau masih tidak puas, silakan SMS dan kontak. Kalau masih tidak puas, cari si penulisnya, datangi rumahnya dan minta ajarin wkwkw sampai segitunya. Saya kira namanya tutorial itu selalu sudah jelas, dan memang dibuat untuk menJELASkan sesuatu, bukan malah mengaburkannya. Kalau ada tutorial yang tidak jelas, kita bisa searching tutorial lain yang lebih jelas. Mudah kok …

So, tidak perlu sangat ahli dalam seluruh bidang untuk bisa mencapai sukses impian kita. Kita juga bisa memanfaatkan keahlian para blogger untuk bisnis online kita. Kita hanya perlu meluangkan waktu untuk membaca dan mempraktikkan.

Salam sukses!

Artikel Terkait

3 komentar

[...] menendang situs-situs yang tampil di halaman pertama yang tidak sesuai Quality Guideline-nya si Mbah Google. Secara umum baik dalam seri Google Caffeine, Panda dan Penguin, intinya Google ingin meningkatkan [...]

[...] sudahlah. Itu tentu satu dua kasus. Eh tidak juga sih. Ternyata itu banyak kasus. Banyak orang malas membaca dan akibatnya tidak mengerti. Lalu mempertanyakan hal-hal yang tidak layak dpertanyakan. Dengan [...]

[...] paling banyak dicari, posisi kita di urutan paling belakang. Misalnya orang mencari produk x di Google, dibandingkan dengan kompetitor kita berada di halaman 20 atau 30. Kalaupun ada orang tersasar ke [...]


EmoticonEmoticon