Selasa, 22 Mei 2012

Bisnis Online Tapi Malas Membaca

“Hallo selamat pagi pak, saya tertarik dengan bisnis online Anda. Bisa nggak Pak, Bapak ke rumah saya untuk menerangkan ini dan itu,” sapa sebuah telepon masuk pada suatu pagi. Saya jawab, “Lho Pak, kan semua materi presentasi sudah saya sampaikan lewat email dan website?” Dia jawab,” Betul Pak, cuman ya itu, saya ini kan sibuk, saya malas membaca.”

Beberapa saat kemudian ada SMS dari orang berbeda. Isinya:
“Selamat Siang, tolong diterangkan bisnis yang Anda presentasikan di internet.”

“Pak berapa harga produk Anda?”

"Bisa pakai BCA nggak?"

Tidak jarang alias sering saya menerima telepon dan SMS dengan isi percakapan kurang lebih seperti itu. Dalam pikiran saya, betapa ironisnya orang semacam ini. Saya yang capek-capek merancang tulisan, begadang bikin presentasi, marketing plan, tips dan strategi agar bisa dinikmati dan diterapkan, ehh giliran tinggal membaca saja malas. Sudah malas, dikatakannya dengan lantang pula hehe. Lalu apa gunanya website dan email wkwkw

Tapi sudahlah. Itu tentu satu dua kasus. Eh tidak juga sih. Ternyata itu banyak kasus. Banyak orang malas membaca dan akibatnya tidak mengerti. Lalu mempertanyakan hal-hal yang tidak layak dpertanyakan. Dengan kata lain, pertanyaannya tidak berkualitas.

Sobat pembaca artikel ini, saya harapkan Anda bukan termasuk golongan orang-orang seperti ini. Mengapa? Pertama, karena orang-orang seperti ini sudah membuang peluang dan menutup jalan pertama untuk sukses. Tidak ada orang sukses yang tidak mau membaca, baik membaca dalam pengertian sebenarnya, maupun membaca dalam pengertian mengamati peluang, menganalisis, memrediksi, memutuskan dst.

Syarat Utama

Membaca adalah syarat utama untuk memahami. Setelah memahami kita bisa menganalisis, meraba-raba, mengevaluasi dst. Setelah itu baru kita memutuskan apakah bisnis yang AKAN Anda jalani termasuk bisnis yang prospektif atau tidak. Maka bila kita hanya membaca judulnya saja, dan mengabaikan isinya, kalau tidak orang sakti dan super cerdas, saya kira kita sudah menghilangkan separuh peluang yang dipaparkan.

Mengapa saya sebut orang sakti dan super cerdas? Andai saja kita sudah terbiasa membaca, maka kita bisa dengan cepat bisa memilah mana bacaan yang layak dibaca, mana yang justru itu merupakan bacaan sampah. Untuk sampai ke level itu, semenjak awal kita dituntut untuk rajin membaca apa saja, agar di kemudian hari kita bisa menjadi sakti, bahkan tanpa dibacapun, hanya sekedar diraba-raba hehe, kita bisa langsung memahami maknanya.

Read it! Iqro’! Bacalah! Karena di sana kita akan menemukan berbagai peluang yang mungkin akan mengubah kehidupan Anda di kemudian hari. Kita tentu tidak tahu yang mana. Tapi Tuhan sudah memberikan anugerah kepada kita yang pandai membaca ABCD ini untuk mengais rezeki yang disebar-Nya di muka bumi ini.

Tingkat kemampuan membaca itu sendiri akan berbeda-beda masing-masing orang. Terkadang kuantitas bacaan juga menentukan, tapi tidak selamanya karena banyak bacaan terkadang justru menjerumuskan. Mengakibatkan kita jadi bingung dan ragu, akhirnya tak bisa mengambil keputusan. Karena itu pengalaman dan pembelajaran terus-menerus akan mengantarkan kita pada pribadi yang bisa membaca dengan bijak.

Kalau kita bukan termasuk orang yang sangat rajin membaca, tapi masih mau membaca, maka mungkin kita perlu belajar strategi membaca. Di bawah nanti saya ringkaskan beberapa strategi. Intinya kalau kita rajin membaca, kita mendapatkan informasi, dan dengan informasi itu kita bisa menentukan tindakan. Banyak hal yang bisa kita dapatkan dengan membaca, salah satunya adalah kita berpeluang bisa menjadi penulis yang baik.

Bisnis internet tanpa membaca adalah konyol. Dengan membaca kita akan berpengetahuan, berbeda dengan orang yang belum atau tidak mau membaca. Banyak strategi dan tips yang bisa kita lakukan, tapi tidak kita mengerti, dan justru membuat kita terjebak pada kebingungan-kebingungan yang tidak seharusnya. Orang yang ahli membaca dan tidak sudah bisa menentukan suatu potensi layak ditekuni atau tidak.

Tips dan Strategi Membaca

Berikutnya kita bisa merancang pertanyaan-pertanyaan berkualitas yang menunjukkan bahwa kita sudah membaca. Sebab dari materi pertanyaan saja akan menunjukkan kualitas diri kita apakah sebagai pembaca yang baik atau sekedar pendengar, atau justru merupakan pemalas hehe

Ada beberapa jenis kegiatan membaca, seperti berikut:

  1. Membaca cepat untuk menemukan ide pokok (skimming)

  2. Membaca cepat untuk menemukan informasi tertentu (scanning)

  3. Membaca untuk menikmati. Ini bisa dilakukan untuk karya sastra. Kita menyelami makna goresan kata per kata.

  4. Membaca secara seksama.


Dari semua jenis kegiatan itu berbeda-beda penerapannya. Kalau kita membaca novel dengan cara skimming atau scanning, dijamin akan berkurang kenikmatan kita dalam membaca. Begitu pula sebaliknya. Kalau dalam waktu pendek kita butuh membaca artikel tertentu, mungkin tidak harus dibaca kata per kata.

Ingat bahwa tidak semua apa yang kita baca itu bisa kita pahami dalam waktu singkat, dalam waktu saat itu juga. Bisa saja kita perlu membaca dua tiga kali untuk memahami apa yang dimaksud sang penulis. Lalu bagaimana strategi membaca itu?

  1. Mengaitkan. Kaitkan antara paragraf, antar kalimat sampai kita mengerti maksudnya.

  2. Bertanya. Pertama-tama bertanyalah kepada diri sendiri soal apa yang tidak Anda pahami, bila masih juga tidak paham, tanyakanlah pada orang sekitar, teman atau saudara misalnya.

  3. Menentukan mana yang penting. Ini penting. Semakin bagus kemampuan kita membaca kita akan bisa menentukan ide pokok paling penting dari sebuah bacaan.


Dalam menentukan mana yang penting, kita perlu memilih detil mana yang perlu diingat. Setelah itu kita bisa memikirkan pesan apa yang penulis ingin sampaikan dalam teks. Begitulah seterusnya dilakukan setiap saat sampai kita bisa cepat menangkap pesan sang penulis.

Sekali lagi, bisnis online malas membaca? Nonsense lah ya … hehe

Salam sukses!!

 

Artikel Terkait

1 komentar so far

[...] terus-menerus belajar agar mendapatkan pengalaman dan ilmu lainnya, terus membaca berbagai training agar mendapatkan pengetahuan praktis yang saya butuhkan, terus memperbanyak teman untuk [...]


EmoticonEmoticon