Selasa, 29 Mei 2012

Peluang Bisnis, Bagaimana Menanggapinya?

Dalam dunia bisnis kita mengenal pepatah “waktu adalah uang.” Pepatah ini menunjukkan betapa berharganya “waktu”. Kalau kita salah mempergunakan dan mengelola waktu, kita bisa salah dan kalah dalam berbisnis. Pada akhirnya, cara pandang kita terhadap peluang bisnis sangat berpengaruh pada proses sampai hasil bisnis itu sendiri.

Peluang Bisnis Bagus

Sobat, bisnis adalah soal peluang. Bisnis online juga demikian, soal peluang dan cara memanfaatkan peluang. Peluang bisnis datang tiap saat, bahkan tiap detik di depan kita ditawari beragam iklan yang menyodorkan peluang bisnis. Semuanya secara bombastis pasti mengatakan ini peluang bisnis hebat, peluang bisnis terbaik, peluang besar, peluang dahsyat dan seterusnya. Tentu tidak ada yang mengatakan peluang bisnisnya sebagai peluang bisnis yang biasa-biasa saja. Nah kita sebagai pembaca, bagaimana menghadapinya?

Bila suatu ketika Anda menemukan sebuah peluang bisnis, bagaimana seharusnya kita menyikapinya? Di sini saya akan berbagai beberapa pokok bahasan tentang cara menyikapi sebuah peluang bisnis. Walaupun pada intinya adalah: “Ambil atau Tidak”, namun yang paling penting adalah kita semua punya prinsip dalam menyikapi suatu peluang.

Ada beberapa pedoman yang saya gunakan untuk memutuskan suatu bisnis cocok atau tidak untuk saya. Pedoman berikut ini mungkin ada yang cocok buat Anda, sebaliknya mungkin ada yang tidak tepat. Karena semua orang tentu memiliki pertimbangan berbeda-beda. Mari kita lihat.

# Bisnis yang Cocok dengan Selera

Pertama-tama  dan yang paling penting adalah bisnis yang cocok dengan selera. Umumnya begitu. Orang yang memiliki kesenangan dalam bisnis di bidang properti, ya seleranya di bidang itu. Amat susah menyodorkan peluang bisnis kepada mereka dalam bidang lainnya yang tidak sejalur. Walaupun pernyataan ini tidak berlaku secara ketat, tetap kita bisa memahami bahwa perbedaan selera bisnis itu memang ada. Dan selera bisnis masing-masing orang berbeda-beda. Teman saya berjualan makanan dan minuman, bisnis kuliner. Saat saya tawari untuk mengambil peluang bisnis fashion, dengan mudah ia mengatakan bahwa saya tak punya selera jualan pakaian. Begitulah kenyataannya, walau tak jarang kita juga menemukan orang yang begitu banyak menjalankan bisnis: mulai dari jual beli tanah, jasa panti pijat sampai jual beli buku bekas.

Bisnis adalah seni menjual. Seni menjual terkait dengan selera kita sendiri. Kita merasa enjoy menjual apa? Kalau sedari awal kita tidak enjoy, itu berpengaruh di kemudian hari. Walaupun …

Ada juga orang yang punya pemikiran: jalani saja, toh nanti di tengah jalan kita akan enjoy dengan sendirinya. Ya ada yang seperti itu. “Pada awalnya aku merasa bukan bidangnya jualan barang ini, tapi lama-kelamaan aku menikmatinya, dan jadilah sukses seperti saat ini.” Ungkapan itu banyak kita juga temukan di mana-mana.

Akhirnya soal “selera” ini semuanya memang suka-suka kita. Anda boleh memutus sebuah peluang karena sedari awal memang tidak cocok dengan selera Anda, atau sebaliknya Anda boleh mencoba-cobanya dulu dengan beberapa pertimbangan tentunya.

# Tawaran dari Orang Terpercaya



Dalam beragam pilihan menghadapi peluang bisnis, saya biasanya menjadikan faktor ini sebagai yang utama: ada tawaran peluang dari teman sejawat yang saya yakini kredibilitasnya, insting bisnisnya, kemampuan menjualnya, dan keseriusannya dalam menjalankan sebuah bisnis. Referensi orang terpercaya ini merupakan hal sangat pokok dan penting. Mengapa? Karena dari sini saya sudah bisa menghemat waktu untuk mempertimbangkan peluang bisnis ini dari berbagai macam faktor. Saya yakin teman saya sudah mempertimbangkannya. Hemat waktu dan pikiran hehe

Tentu saja faktor ini harus diartikan sangat fleksibel. Rekomendasi bisnis terpercaya dari orang terpercaya, boleh teman dekat atau teman jauh sekalipun, boleh karena kita kenal atau karena tidak kenal sekalipun. Semuanya fleksibel sebab makna “orang terpercaya” itu pasti sangat kontekstual dengan Anda sendiri. Si A boleh jadi adalah orang yang sangat Anda percayai, tapi justru sebaliknya tidak begitu bagi teman Anda yang lain.

Syaratnya sederhana saja, walau kita mengambil suatu peluang bisnis atas dasar referensi dan rekomendasi dari orang lain, namun keputusan itu sendiri tetap merupakan tanggung jawab kita. Kita tidak bisa menyalahkan preferensi orang lain akibat itu, semuanya kembali kepada kita yang memiliki hak prerogratif. Karena itulah bijak-bijaklah Anda memilih sebuah bisnis.

# Realistis dari Segi Waktu, Tenaga dan Modal

Ya … semua bisnis yang saya ikuti harus realistis baik dari segi waktu, tenaga dan modal yang akan saya keluarkan. Mimpi setinggi langit boleh saja asal masih bisa dicapai secara bertahap. Realistis artinya melakukan sesuatu yang tidak sesuatu di luar kemampuan saya. Saya, misalnya, untuk saat ini tidak akan terjun ke bisnis properti karena baik dari segi waktu dan tenaga, rasanya saya tidak kuat membagi waktu. Begitu pula, saya belum berminat membuka restoran besar dalamw aktu dekat, walaupun kadang ingin juga, sebab saya tahu pasti membutuhkan modal yang tidak kecil.

Pertimbangan ini saya gunakan sebagai paling utama. Bisnis harus realistis dan bukan merupakan bualan alias angan-angan yang sulit dicapai. Tapi ini semua berbeda dengan mimpi-mimpi maupun cita-cita. Segala sesuatunya memang mungkin dicapai, tapi sesuaikan dengan tools untuk mencapai.

Bagi Anda yang baru saja ingin memulai bisnis, maka penyesuaian diri dengan kelonggaran waktu serta tenaga, dan modal tentunya, sangat bagus untuk melatih kita menuju bisnis-bisnis skala besar dan berat. Semua berawal dari kecil dan langkah awal. Mulailah melatih diri untuk menjalani bisnis-bisnis sederhana bahkan yang dilakukan dari rumah sendiri.

# Peluang Jangka Panjang Lebih Diutamakan

Banyak bisnis menggiurkan, namun dalam keyakinan Anda, itu hanya mengejar keuntungan jangka pendek saja. Bagi saya, bisnis dengan peluang perkembangan jangka panjang, bisa diandalkan di masa depna, itulah yang saya utamakan. Saya menghindari bisnis yang terbatas oleh waktu dan ruang yang sempit.

Saya punya pengalaman berbisnis bunga, bisnis kembang. Saat itu jenis bunga ini begitu trend di pasaran. Giliran saya siap panen dan menjual, eh ternyata bunga ini sudah tidak laku di pasaran. Begitu juga pengalaman teman saya yang berbisnis burung, saat lagi trend dia masih dalam tahap memulai, saat sudah habis masanya, dia lagi giliran panen.

Bila Anda menyukai jenis bisnis yang dibatasi waktu dan ruang seperti ini, tentu tidak masalah, no problem. Namun sebaiknya Anda mulai memikirkan untuk mengambil momen yang tepat, jangan mengulangi kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi bila tidak ingin mengalami kegagalan bisnis.

# Percepat Keputusan Anda

Ya cepatlah jangan banyak menunda. Kecepatan Anda memutuskan merupakan bagian penting dari karakter pebisnis sejati. Sebab waktu adalah uang. Pebisnis yang baik tahu saat yang tepat. Sebab seringkali memutuskan sekarang dan bulan depan akan menghasilkan dampak yang berbeda.

Berbekal kemampuan Anda untuk menilai suatu peluang bisnis, maka putuskanlah Anda mau mengambil bagian dalam bisnis tersebut atau tidak. Berbekal pengalaman kehidupan dan pengetahuan Anda, serta keyakinan Anda atas suatu peluang, putuskan untuk menjalani atau tidak.

Oh iya, mungkin Anda perlu waktu “pikir-pikir”. Ya tapi kita jangan terjebak menjadi orang peragu, orang yang selalu bimbang dengan peluang. Bila demikian, kita sudah mengurangi satu prasyarat untuk sukses dalam keputusan bisnis kita. Dalam pengalaman saya, segera setelah saya memutuskan sesuatu, saya berdoa memohon kepada Tuhan agar keputusan saya tepat dan diridloi-Nya.

# Keterampilan Baru untuk Sukses

Kunci Sukses Peluang Bisnis

Anda sudah memutuskan untuk melakukan bisnis tertentu. Kini tiba saatnya untuk merencanakan sesuatu demi suksesnya bisnis Anda. Satu yang perlu diingatkan adalah, bila kita termasuk orang baru/pemain baru dalam sebuah bisnis tertentu, wajib bagi kita untuk mempelajari segala sesuatu terkait dengan bisnis tersebut. Kita perlu mendalami keterampilan atau skill yang dibutuhkan agar kita semakin maksimal menjalankan bisnis tersebut.

Saya kira demikian share hari ini. Sampai jumpa esok hari …

Salam sukses!!!

Artikel Terkait

2 komentar

[...] dewasa ini peluang usaha di rumah semakin menarik minat para usahawan. Di samping karena modal yang diperlukan relatif lebih [...]

[...] untuk pasangan suami istri, untuk menciptakan keluarga harmonis dan sejahtera. Bagaimana? Tertarik Peluang Bisnis ini? Praktikkan semua ilmu bisnis online Anda, atau mulailah sekarang juga untuk belajar bisnis [...]


EmoticonEmoticon