Selasa, 15 Mei 2012

Pengantar Bisnis Online: Meluruskan Mindset Berbisnis

Apa itu bisnis online? Bagaimana itu bisnis online? Mengapa? Apa yang harus dilakukan? Nanti dapat apa? Apakah saya bisa menjalaninya? Dan puluhan pertanyaan sejenis terlontar saat seseorang baru pertama kalinya mendengar bisnis online alias bisnis internet alias bisnis di dunia maya.

Sama saja dengan bisnis yang dilakukan di dunia nyata, bisnis yang dilakukan di dunia internet juga memiliki logika dan fakta nyaris sama. Ada yang cepat mati, ada yang bertahan lama, banyak yang sukses dan berlipat-lipat pula yang gagal, ada yang hanya perlu modal kecil dan ada pula yang perlu modal nggak ketulungan, ada yang jual jasa ada yang jual produk nyata, dan seterusnya.

Mengamati itu maka sebelum seseorang terjun dalam dunia bisnis online, sangat perlu memahami beberapa prinsip dasarnya. Untuk apa? Untuk memastikan bahwa kita betul-betul ready alias siap menjalani bisnis online dengan segala konsekuensi dan resikonya. Orang bilang, mindset bisnis online terlebih dahulu harus jelas dan terpatri dalam setiap langkah nantinya.

Tidak jarang ada orang yang sudah lama bergelut dalam bisnis online dengan berbagai kegagalan dan keberhasilan yang dialaminya, justru baru memahami jalan pikir bisnis online itu sesungguhnya. Karena itulah ada baiknya sejak awal justru kita perlu memahaminya. Tujuan utamanya, mindset itu akan bisa mengarahkan dan mengendalikan langkah-langkah berikutnya, dan yang terpenting adalah terus-menerus memotivasi apabila terdapat aral melintang dalam perjalanan nantinya.

# Bisnis Online, ya Bisnis itu Sendiri

Ya mari kita pakai pengertian gampang-gampangan saja soal bisnis. Ya bisnis itu ya jualan itu. Jualan produk dan jasa. Pengertian produk dan jasa itu juga sangat luas. Kalau Anda bertanya Facebook.com itu berjualan apa kok bisa sukses? Ya dia jualan jasa. Jasa untuk mengumpulkan kita-kita ini dalam satu wadah sehingga kita tidak kerepotan berkomunikasi dengan rekan-rekan kita. Begitu juga Yahoo dan Google. Mereka menjual informasi dengan berbagai strategi. Kita “membelinya”, memanfaatkan “jasanya”.

Pengertian seperti perlu ditegaskan sebab kadang orang salah kaprah yang dikira bisnis itu tidak perlu “berjualan”, alias bersantai-santai dan berharap penghasilan datang dengan sendirinya. Kalimat ” bersantai-santai dan berharap penghasilan datang dengan sendirinya” itu adalah dampak dari sebuah tindakan bisnis, bukan merupakan tindakan tersendiri yang terpisah. Oleh sebab itu bijaksanalah membaca iklan “Ayo Ikut Bisnis, Tidak Perlu Jualan, Tidak Perlu Ini dan Itu”. Kita sedang dihipnotis untuk larut dalam kalimat itu bahwa bisnis tersebut mudah dilakukan sebab tanpa melakukan “jualan”, padahal iklan itu sendiri adalah suatu tindakan “berjualan”. Masak sih … kita diajak menyalakan api tanpa api …  he he ini sih jeruk makan jeruk. Sekecil apapun tindakan yang dilakukan dalam berbisnis, ya unsur “menjual” itu pasti ada. Mungkin saja ada yang susah dalam menjual, ada pula yang mudah. Macam-macam ‘kan.

Kalaupun ada yang berbisnis tanpa menjual, mungkin itu model bisnis 1001. Dan saya juga ingin dong ikut wkwkw

Online atau non online, atau kombinasi keduanya, hanyalah medianya saja. Bila offline berarti bertatap muka langsung, dan bila online, kita dibantu oleh media internet untuk merealisasikan bisnis itu. Karena online dan non online hanyalah media saja, maka beberapa prinsip dasar dalam berjualan baik online dan offline juga berlaku. Misalnya saja soal kepercayaan. Baik online maupun offline, bisnis bisa gagal bila tanpa dilandasi adanya kepercayaan para pelakunya. Kemudian soal marketing, atau kita sebut saja secara sederhana sebagai promosi. Baik di dunia online maupun offline memerlukan sarana promosi untuk melancarkan suatu bisnis, meskipun alat dan strateginya bisa berbeda-beda.

Hemat saya, dari pengertian yang saya sampaikan di atas, Anda bisa bilang, ah kalau itu anak TK juga tahu hehe. Iya mungkin Anda benar. Tapi dari seluruh pengalaman saya berkecimpung dalam dunia bisnis online, fakta tersebut justru kerap tidak diketahui atau tepatnya tidak disadari oleh banyak orang. Jujur saja, saya baru mengerti bahwa bisnis online ya berjualan itu justru setelah saya jauh menjalani berbagai model bisnis internet. Ironis kan … So anyway, pokok dari pokok, yang terpenting saya ingin menegaskan kalau kita mau berjualan maka mari kita pelajari beragam faktor yang berkaitan dengan bisnis alias jualan itu sendiri.

# Yang Instan Hanyalah Yang Berasal dari Yang Maha Kuasa

Perlu proses yang relatif panjang. Yang instan itu saya kira “kun fayakun” yang berasal dari Yang Maha Kuasa. Juga “simsalabim abakadabra” dari para tukang sulap. Dalam bisnis apapun termasuk bisnis online, kemauan dan konsistensi untuk mengikuti proses merupakan syarat mutlak untuk menentukan keberhasilan sebuah bisnis. Pelajaran dari hal ini sudah mutlak dan dapat kita telaah dari orang-orang yang sudah sukses dalam bisnisnya. Semuanya tidak ada yang instan dan simsalabim.

Tapi saya mendengar dan membaca begitu banyak pernyataan sukses instan dalam bisnis online? Mungkin begitu gumam Anda. Pada awalnya, saya juga terkesima dengan penwaran berbagai jenis bisnis online yang menjanjikan kaya mendadak. Sebelum akhirnya saya menyadari bahwa itu semua adalah kata-kata manis iklan.
Ayo kita mengerti mengapa para pengiklan dan pemasar seringkali menggunakan kata-kata “sukses instan” dalam materi iklannya? Saya meyakini ini merupakan salah satu kepiawaian dan kecerdasan mereka dalam membaca psikologi sebagian besar orang (termasuk kita, maksudnya saya hehe) yang umumnya memang tidak ingin bekerja keras alias malas. Jujur saja kita semua, terutama saya, umumnya membenci suatu proses, kerja keras, konsistensi dan seterusnya. Kita ingin yang “simsalabim” dan besok sudah kaya mendadak.

Sobat semua, kecuali di negeri awan, itu semua tidak terjadi dalam bisnis online. Ada proses yang perlu ditempuh tergantung dari tujuan yang ingin dicapai. Ada yang memerlukan waktu berbulan-bulan sampai bertahun-tahun untuk memahami dan berhasil dalam bisnis online. Mungkin ada yang dalam waktu 1 sampai 2 bulan saja seseorang mendadak menjadi expert dalam bisnis online, walaupun itu jumlahnya sangat-sangat sedikit. Yang paling banyak adalah mereka yang dilatih terus-menerus oleh keadaan agar tetap konsisten memperjuangkan keberhasilannya. Maka bila akhir-akhir ini Anda mendengar ada si A si B yang sukses dalam bisnis online dengan penghasilan ratusan juta bahkan miliaran per bulan dalam bisnis online, jangan terperanjat dulu. Justru kagumilah proses sejauh ini yang dia jalani sampai dia mendapatkan kesuksesan luar biasa itu.

Saya menjalani Bisnis Forex (Foreign Exchange) di dunia online, suatu ketika, yang saat itu saya kira paling instan bisa menghasilkan uang. Toh tinggal jual dan beli saja mengikuti trend yang ada. Eh ternyata tidak begitu juga. Saya terpaksa harus belajar banyak soal dampak berita (news), soal indikator dan seterusnya. Jadi nggak ada yang instan.

Soal ini penting, khususnya buat saya, untuk mengingat kembali bila saja di tengah jalan terdapat aral melintang dan hambatan. Tentu saya harus meyakini bahwa inilah bagian dari proses sebelum saya mencapai tujuan yang telah saya tetapkan.

# Selain Dengkul, juga Perlu Modal Lain

Sebagian orang yang ingin terjun dalam bisnis online karena menganggap bahwa bisnis online itu enak karena gratis, atau minimal modalnya kecil. Di satu sisi pemahaman seperti ini memang benar, tapi tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya pegangan utama dalam melangkah dalam bisnis online. Dalam praktiknya, justru orang yang tidak siap mengeluarkan modal dalam berbisnis online, akhirnya dia hanya meratapi kegagalannya. Tapi dalam hati saya pun tersenyum, bagaimana dia bisa begitu meratapi kegagalannya dan merasa rugi padahal dia tidak mengeluarkan modal?

Yang perlu diratapi justru orang yang sudah mengeluarkan banyak modal namun ia gagal. Mungkin karena salah alokasi, kena penipuan dan seterusnya. Maka bijaklah dalam mengeluarkan modal untuk berbisnis online. Bijak seperti apa? Ya kalau memang Anda perlu mengeluarkan modal, maka keluarkanlah jangan takut dan segan! Tapi catat pengalokasiannya, bagaimana modal yang Anda keluarkan bisa kembali menjadi keuntungan berlipat, dan dengan strategi apa bisa mewujudkan itu.
Dan itulah bisnis!

Sobat, memang banyak yang “gratis” dalam bisnis internet itu. Misalnya akun email dari Yahoo atau Google. Akun di Facebook dan Twitter. Sejauh ini gratis kan? Bikin blog di Blogger.com atau Wordpress.com, gratis ‘kan? Lalu Anda akses internet dari koneksi gratisan dan laptop pinjeman. Wah jadi dech memang semua gratisan. Kalau kita bisa memanfaatkan yang gratis itu menjadi uang dalam jumlah besar, itu tentu prestasi luar biasa. Namun modal dalam pengertian luas tentu saja bukan hanya itu. Pendek kata, saya kira mudah dipahami bahwa tidak ada yang gratis-tis di dunia ini. Kalau kita memerlukan fasilitas yang lebih, beriklan yang pangsanya lebih besar dan hemat waktu, produk yang berkualitas dan seterusnya, tentu mau tidak mau kita harus mengeluarkan modal.

Mengapa ini benar-benar ingin saya tekankan dalam pengantar bisnis online ini? Iya karena ada sebagian besar orang di luar sana yang masih ambigu pemahamannya soal modal dalam bisnis internet ini. Apalagi para pemula dan dalam tahap uji coba. Belum apa-apa juga sudah mengatakan gagal hehe

# Saya Tidak Punya Waktu, Bisakah?

Tidak bisa! Saya ulang ya, tidak bisa! Hehe Tegas pokoknya. Mana bisa ada orang nggak punya waktu dalam mengelola bisnis online dan berharap keberhasilan besar darinya? Ya ya ya mungkin saja ada, itu 1001 macam manusia. Nah kita nggak bahas yang 1001 itu. Kita bahas yang normal-normal saja.

Semua pekerjaan apapun pasti membutuhkan waktu, full time atau paruh waktu. Bahkan itu juga akan menentukan dampak kesuksesan nanti pada akhirnya. Ada yang mengalokasikan 1 jam per hari konsisten, ada yang 2 jam, atau ada pula yang full time. Semua tergantung dari kepentingan masing-masing. Namun yang jelas selalu ada waktu yang harus dikorbankan untuk mengelola bisnis internet ini. Dengan kemampuan, ide dan alat-alat yang sama, seseorang yang menghabiskan waktu lebih banyak di bisnis internet akan mendapatkan hal yang berbeda daripada mereka yang meluangkan sedikit waktunya. Orang yang konsisten dengan jalurnya juga akan memperoleh hasil yang berbeda dengan orang suka loncat-loncat ke sana kemari tidak jelas apa yang mau dituju. Intinya, semua hasil yang kita harapkan betul-betul akan sesuai dengan apa yang kita kerjakan hari ini. Itu sudah alami kok. Hukum alam, siapa mau melawan? Hehe

Sebagian orang yang memulai terjun ke bisnis online berawal dari cara pandang: Ah barangkali pekerjaan ini bisa saya jadikan sebagai usaha sampingan. Lalu dia merancang dan menjalankan sesuatu. Eh ternyata sukses … lalu dia mulai serius menggarap bidang satu ini, ya syukurlah. Dia sukses.

Di sisi lain, ada yang mulai mengerjakan, berharap sukses, eh ternyata gagal. Dagangannya nggak ada yang laku, malah ia sudah keluar modal cukup banyak. Mendadak ia berkesimpulan bahwa bisnis online tidak prospektif. Saya pun mengira-ngira, mungkin prototype seperti inilah yang sangat banyak di sekitar kita. Keengganan sebagian orang untuk meluangkan waktu mempelajari seluk beluk bisnis internet membuat ia berkesimpulan begitu cepat, bahwa kegagalan sudah mengitari dirinya bahkan sebelum menjalani sekalipun. Bila mindset ini yang terbentuk, dan tak berubah setelah sekian lama, maka ya wassalam …

Untuk sukses dalam bisnis internet (dan bisnis non internet tentunya), alokasi waktu menjadi bagian terpenting. Alokasi waktu yang memadai akan berbeda pada setiap orang. Alokasi waktu ini sangat menentukan kendali sejauh mana kita memahami, berkreativitas, mengatasi kendala, memikirkan strategi, dan fokus dalam bisnis yang digelutinya. Tanpa alokasi waktu yang memadai, dan benar-benar dianggap sebagai “sampingan” yang tak dilirik sedikitpun, ya prosentase kesuksesan akan sangat kecil.
Alkisah ada seorang kawan ingin menjajal bisnis internet. Setelah membaca dan mempelajari segala sesuatunya, ia persiapkan berbagai peralatannya. Ia ingin menjual baju batik, karena kebetulan ia punya usaha dagang batik di rumahnya. Mula-mula ia keluarkan modal untuk membuat toko onlinenya, dan memasang di beberapa iklan gratis. Memang tidak sering, tapi ia melakukan promosi kala sedang tidak ada pekerjaan. Ia membuka internet dan mempromosikan dagangannya. Eh 1 bulan pertama tak ada sedikitpun yang menyenggol dagangannya. Hanya satu orang yang mengirim SMS tanya ini dan itu tapi tidak jadi beli. Toko online nya pun sepi pengunjung. Bulan kedua tagihan internet datang, laptopnya kena virus dan butuh perbaikan. Tabungannya selama ini yang sudah dikeluarkan untuk memodali jualan di internet sudah cukup banyak terkuras. Ia pun goyah, lanjut apa tidak, lanjut apa tidak. Bulan kedua, bila ia membuka internet, paling-paling membuka Facebook dan Twitter. Atau cari-cari berita baru di Detik.com atau Kompas.com. Ia bahkan mulai lupa kalau punya dagangan di internet. Dan tahun berikutnya, tagihan sewa hosting dan domain pun datang. Tapi ia sudah terlanjur lupa dengan bisnisnya. Ya dia sudah lupa …

Ia gagal karena ia mengira bahwa dengan menganggapnya sebagai usaha sampingan tanpa serius meluangkan waktu yang cukup dan konsisten untuk menjadikannya sebagai sukses, otomatis bisnisnya akan sukses. Ribuan orang terjebak dalam kondisi seperti ini. Saya juga pernah. Anda mungkin juga pernah. Yang membedakan di antara kita semua dalam kondisi ini adalah, ada yang menyadari lalu bangkit. Ada yang tenggelam dan terkubur bersama mimpi-mimpinya yang indah hehe

Jadi bila sejak awal Anda sudah bisa menjawab pertanyaan “apakah saya punya waktu?”, maka itulah dasar awal untuk memulai langkah selanjutnya.

# Saya Termasuk Orang Gaptek, Bisakah?

Siapa yang bisa menjalani bisnis online? Dulu awalnya saya mengira orang yang bisa melakoni bisnis online hanyalah para pakar IT, lulusan sekolah komputer, atau lulusan sekolah ekonomi dan manajemen. Ternyata pemahaman saya salah total. Siapapun bisa menjalani bisnis internet, termasuk orang paling gaptek sekalipun, asal …

Artinya tidak ada yang tidak mungkin. Bisnis internet tidak memerlukan strata alias kelas sosial tertentu sebagai prasyarat utama. Saya seorang petani yang menekuni sejumlah bisnis di internet, dan saya merasa bisa. Intinya asal ada kemauan pasti ada jalan.

Seorang ahli IT mungkin saja sudah punya dasar-dasar untuk, misalnya, membuat website. Tapi ingat bahwa dengan website saja belum cukup untuk seseorang sukses dalam bisnis internet. Kalau ia tidak punya kemampuan untuk menjual dagangannya, maka berapapun website yang dia bikin akhirnya juga sia-sia belaka. Seorang yang ahli menjual dalam dunia nyata, dan menganggap cara berjualan secara teknis sama dengan di internet juga tidak menjadi jaminan bahwa dia akan sukses lancar menjual dagangannya di internet.

Yang terpenting adalah pemahaman tentang prinsip-prinsip, mindset, penguasaan alat-alat dan konsistensi dalam menjalaninya. Semua tergantung dari pribadi orang masing-masing. Bukan karena dia lulusan IT lalu ia serta merta sukses dalam bisnis internet.

Saya tidak bisa mengoperasikan komputer, bagaimana saya bisa? Wah … gimana ya, ya belajar dong. Teknologi komputer saat ini sudah dirancang sedemikian rupa untuk “user friendly”. Dengan klak klik di sana sini diharapkan seseorang yang tidak pernah pegang komputer sekalipun akan mudah familier. Begitu pula dengan teknologi website, semua serba instan. Tidak perlu menjadi ahli pemrograman untuk bisa membuat website, sebab sang ahli sudah merancang sedemikian rupa akan website mudah dibuat dan digunakan sebagai media informasi.

Ah saya masih tidak bisa … jawaban dari gerutuan seperti ini adalah ya belajar. Belajarlah sampai ke Negeri China wkwkw. Semua orang bahkan masih terus belajar, bahkan mereka-mereka yang disebut ahli itu juga masih terus belajar. Kok saya yang masih “nol” ini tidak mau belajar … begitu pikir saya dahulu. Maka walaupun saya bersekolah yang tidak ada hubungannya dengan bisnis dan internet, saya berkomitmen kuat untuk mempelajari. Sambil menyelam minum air.

Dalam website, misalnya, kemampuan menguasai sedikit banyak teknologi Wordpress.com dan Blogger.com  (Joomla, Drupal dll optional) adalah mutlak adanya. Walaupun nanti Anda punya karyawan yang ahli website, tetap saja sebagai pebisnis kita wajib memahami cara kerja 2 teknologi website tersebut.

Begitu pula kreativitas, ide, strategi pemasaran, autoresponder, iklan online adalah sedikit dari banyak hal yang harus kita kuasai. Tentu itu semua bisa dilakukan sambil jalan. Tidak karena kita merasa begitu banyak yang harus dipelajari dan merasa tidak mampu, maka kita memutuskan untuk “tidak”.

Anda bisa memilih dua pandangan ini: Sedikit paham dari banyak hal, atau banyak paham dari sedikit hal. Keduanya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Yang terpenting adalah proses belajar tanpa henti, karena di setiap waktu dalam perjalanan bisnis internet, begitu banyak yang akan kita pelajari: ilmu baru, motivasi baru, ide baru, pengetahuan baru, semangat baru, trend baru, strategi baru dan seterusnya. Maka kalau kita tidak punya minat atas “belajar”, mindset kita dalam berbisnis online sudah terkurangi. Cara kita berbisnis internet pada 1990an, 2000an sampai kini tentu berbeda-beda. So mantapkan hati, dengan kemauan untuk terus belajar, yihaaaa wkwkw (sorry kalau terasa mengajari).

# Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Okay okay. Anda sudah capek membaca, apalagi saya, sudah capek menulis hehe. Banyak orang masih berpikir-pikir dalam menjalani bisnis internet. “Kalau uangnya sih saya mau, cuman saya belum punya waktu, belum punya ide, belum punya keahlian dan seterusnya. Tapi saya tertarik. Bagaimana ya cara memulainya.” Begitu banyak orang beralasan untuk menunda-nunda. Seringkali waktu yang kita pakai untuk menunda itu  bahkan mematikan semangat dan ketertarikan kita pada bisnis online.

Atau kasus lain, banyak orang sudah paham atau paling tidak merasa paham, tapi tidak tahu cara memulainya bagaimana. Akibatnya ya sudah, keinginan itu timbul tenggelam. Saat ada orang cerita kesuksesannya, dia bersemangat, saat kisah selesai diceritakan semangatnya pun luntur. Atau kasus lainnya lagi. Saya ingin memulai tapi bagaimana? Adakah orang yang bisa saya jadikan mentor nantinya? Apakah saya akan bekerja sendirian? Dan seterusnya

Kebimbangan dan kegalauan seperti itu memang banyak terjadi. Jawabnya pun mudah, kalau tidak sekarang, kapan lagi? Ayo kita menjalani bisnis internet.

  1. Siapkan niat ekstra tulus

  2. Siapkan alasan-alasan mengapa bidang ini yang akan saya tempuh

  3. Siapkan sikap konsisten dan fokus

  4. Okay sudah? Sekarang siapkan idenya, toolsnya, lalu ayo ubah ide-ide itu menjadi sebuah produk yang akan menghasilkan nilai ekonomis

  5. Itu saja, soal nanti perlu beberapa keahlian khusus, belajar saja pada ahlinya. Pokoknya masih ada Mbah Google.com yang siap menolong apa saja kesulitan saudara-saudara sekalian hehe

  6. Itu saja, nggak ada yang lain


Kita sering mendengar pepatah yang menyatakan 1000 langkah ke depan dimulai dari langkah awal hari ini. Dan memang saya akui bahwa ayunan langkah pertama itulah yang paliiiiiing berat dijalani. Mengapa? Karena umumnya dalam ayunan langkah pertama itu tersimpan motivasi, alasan, visi misi, tujuan, target dan seterusnya.
Tidak ada jalan lain kecuali mengayunkan langkah pertama, ya sudah, ayo tunggu apa lagi? hehe

Dear teman-teman sekalian. Demikianlah tulisan saya yang sengaja saya buat panjang sebab (1) karena ini memang tulisan awal di PlazaIklan.com, dan (2) karena dari tulisan ini sebetulnya alasannya karena saya ingin kembali meneguhkan niat untuk belajar dan belajar.

Kalau Anda tidak bosan membacanya, waduhh thank you so much. Kalau membosankan ya mohon dimaklumi, ini tulisan perdana selama bertahun-tahun saya tidak menulis pengalaman saya. Yang jelas doakan agar tulisan ini segera disusul tulisan-tulisan lain seputar pengalaman-pengalaman dalam bisnis online dan internet marketing.

Gracias!!

Artikel Terkait

Selanjutnya

6 komentar

[...] tulisan tentang bisnis online kemarin, ada tips mudah yang umumnya sudah sering kita lakukan bila kita tidak mengerti sesuatu. [...]

[...] Bisnis internet tanpa membaca adalah konyol. Dengan membaca kita akan berpengetahuan, berbeda dengan orang yang belum atau tidak mau membaca. Banyak strategi dan tips yang bisa kita lakukan, tapi tidak kita mengerti, dan justru membuat kita terjebak pada kebingungan-kebingungan yang tidak seharusnya. Orang yang ahli membaca dan tidak sudah bisa menentukan suatu potensi layak ditekuni atau tidak. [...]

[...] beragam iklan yang menyodorkan peluang bisnis. Semuanya secara bombastis pasti mengatakan ini peluang bisnis hebat, peluang bisnis terbaik, peluang besar, peluang dahsyat dan seterusnya. Tentu tidak ada yang [...]

[...] kita bisa menjadi jalan masuk bagi mereka untuk mengenal lebih jauh tentang KITA dan BISNIS KITA. Apalagi bila tulisan kita betul-betul berharga di mata mereka. Dampaknya sudah bisa ditebak, untuk [...]

[...] bila Anda belum membaca tulisan saya tentang pengantar bisnis internet, coba baca lagi tentang mindset bisnis online. Semoga ada motivasi yang berharga dalam tulisan tersebut dan membantu kita semua untuk menanamkan [...]

[...] kita, jadi sulit memutuskan mana arah yang benar. Apalagi jika sejak awal kita tidak memiliki konsep bisnis online itu [...]


EmoticonEmoticon