Senin, 21 Mei 2012

Sedikit Soal Update Algoritma Google (Caffeine, Panda dan Penguin)

Setiap perusahaan yang peduli dengan perkembangan dan kemajuan perusahaannya pasti selalu akan mengevaluasi pelayanan dan produk-produknya. Pelayanan yang memuaskan hati penggunanya merupakan pencapaian yang selalu diinginkan oleh setiap perusahaan di manapun. Kepuasan pelanggan terhadap suatu pelayanan, salah satunya, diukur dari sejauh mana kualitas produk yang dihasilkannya bisa memecahkan solusi yang dihadapi pengguna.

Untuk mencapai suatu pelayanan terbaik, setiap perusahaan biasanya memiliki banyak cara berbeda-beda tergantung dari apa produk yang dihasilkan. Respon pengguna, penyesuaian dengan karakter dan tuntutan pengguna dan perkembangan teknologi merupakan sedikit faktor bagi perusahaan untuk selalu berbenah. Untuk suatu kemajuan, kecil kemungkinan sebuah perusahaan mengabaikan respon pelanggan dan perkembangan teknologi dari waktu ke waktu.

Nah tulisan ini ingin membahas khusus tentang Google.com, sebuah raksasa pencarian di internet yang tiada tanding hingga dewasa ini. Google pun demikian. Sebagai perusahaan yang salah satu pelayanan utamanya adalah search engine, tidak lepas dari upaya untuk selalu mengevaluasi diri. Pertanyaannya sederhana, sebagai perusahaan yang memberikan layanan pencarian informasi, bagaimana Google tetap berada di posisi terdepan dalam memberikan temuan-temuan akurat dan berkualitas, menyarankan saluran-saluran yang benar sesuai harapan, merekomendasikan informasi-informasi menarik dan aktual sesuai dengan selera penggunanya?

Sobat, dapatlah kita mengerti di era informasi seperti ini, kita seolah tak sedetikpun lepas dari kebutuhan informasi. Dan Google sebagai raksasa mesin pencari di internet, juga seolah tak lepas dari ingatan kita sehari-hari. Istilah “digoogling saja”, “cari di google dong”, “tanya google!” dst sehari-hari akrab di telinga kita untuk menunjukkan pengakuan kita bahwa google menyimpan hampir semua informasi yang kita butuhkan.

Menyadari milyaran para pengguna internet yang tak sedikitpun bisa lepas dari Google, Google juga teentu logis ingin menyediakan informasi yang berkualitas, akurat dan tepat sesuai yang dibutuhkan oleh pengguna. Faktanya, Google sendiri (umumnya) bukanlah penyedia informasi itu sendiri, Google di sini hanya berperan sebagai mediator saja, sedangkan penyedia informasi itu adalah masyarakat sendiri melalui berbagai media online (website, blog, social network, dokumen online, dan media informasi online lainnya).

Internet itu di satu sisi akan menyesatkan bila kita tak pandai-pandai memilah dan memilih. Sobat, pernahkah suatu ketika Anda ingin mencari sesuatu di Google tapi justru tak mendapatkan informasi akurat malah justru terjebak pada halaman-halaman yang tidak jelas, halaman-halaman banyak iklan komersial, dan bahkan tak jarang halaman yang terinfeksi virus? Saya kira kita semua pernah. Walaupun Google itu ingin memudahkan pencarian informasi, namun tak jarang dalam berbagai kasus justru kita kesulitan mencari informasi, bukan karena tak adanya informasi melainkan karena melimpahnya saluran informasi yang ada.

Rata-rata keinginan manusia pengguna Google simple saja kok. Bagaimana saat ia mengetik kata kunci tertentu dan menghasilkan informasi siap yang siap ia lahap. Itu saja! Namun di situlah justru kerumitannya. Penyedia informasi itu jumlahnya banyak nyaris tak terbatas, sementara kita hanya membutuhkan sedikit saja. Mereka penyedia informasi pun berlomba agar informasinya-lah yang lebih banyak diserap pengguna, karena di sana ada nilai bisnisnya. Ada nilai uangnya!

Akibat dari kompetisi seperti ini, dapat ditebak dengan mudah. Para penyedia informasi pun mengerahkan tenaga habis-habisan, berlomba-lomba menjadi yang terdepan dalam menyediakan informasi untuk pengguna. Nah sayangnya sebagian di antara mereka ada yang menggunakan “akal-akalan”, “jalan pintas” dst. Inilai yang diwaspadai Google. Google tentu tidak mau pengunjung kecewa, karena itulah dia selalu melakukan update untuk penyediaan hasil pencarian yang berkualitas, akurat dan tepat.

Apa yang saya paparkan agak panjang di atas adalah satu dari begitu banyak hal mengapa berikutnya kita mendengar pola-pola Google dalam mengupdate mesin pencarinya. Dulu kita pernah mendengar Google Caffeine, lalu beberapa waktu lalu kita mendengar Google Panda, dan hari-hari terakhir ini kita mendengar Google Penguin.

Apa Itu?

Google Panda in ActionBagi para blogger, webmaster, internet marketer, dan sejenisnya, istilah-istilah itu tentu tidak asing. Secara sederhana, istilah-istilah itu menunjuk pada cara Google untuk melakukan perubahan pada algoritma mesin pencariannya, agar menghasilkan yang terbaik sesuai dengan yang Google pikirkan. Google berusaha memaksimalkan algoritma pencariannya disertai dengan dampaknya: menendang situs-situs yang tampil di halaman pertama yang tidak sesuai Quality Guideline-nya si Mbah Google. Secara umum baik dalam seri Google Caffeine, Panda dan Penguin, intinya Google ingin meningkatkan kualitas pencariannya dengan menyingkirkan situs-situs yang tidak relevan tampil di halaman awal pencarian tertentu hanya karena cara-cara yang berbau spamming, manipulasi backlink, dan optimasi keyword yang berlebihan dan seterusnya.

Akibatnya setiap ada desas desus tentang update Google ini, jagad para pelaku bisnis internet pun ramai, para blogger, webmaster ramai membincangkannya. Ya itu semua kita maklumi karena apa saja yang dilakukan oleh Google sangat mempengaruhi plan bisnis mereka. Mereka yang tersingkir alias tertendang dari mesin pencari pada akhirnya harus menelan pil pahit dan merencanakan lagi hal-hal yang mungkin tidak dipikirkan kembali.

Ya ini sangat serius buat mereka. Misalnya ada situs direktori artikel yang sangat besar di jagad raya internet ini, dan dari 100% kunjungan yang berasal dari search engine (Google.com), lalu berkurang total sampai 85% akibat update Google. Tentu saja ini berpengaruh pada periuk mereka.

Hal yang juga bagi kita yang kecil-kecil ini. Blog atau situs yang kita andalkan mendapatkan traffic organic atau traffic natural dari Google eh ternyata besoknya sudah hilang dari peredaran. Terpaksa kita harus memikirkan ulang, menata konten dan seterusnya. Inilah perkembangan bisnis berjejaring dan saling bersinergis di internet itu, semua saling membutuhkan dan juga saling mempengaruhi. Perubahan yang satu bisa berdampak pada ribuan yang lain.

Tips Alami

Menurut hemat saya, apapun yang dilakukan Google, bila kita ketahui latar belakangnya adalah untuk memberikan hasil pencarian yang relevan, akurat, tepat dan berkualitas, maka jawaban satu-satunya untuk tetap bisa eksis dan berbisnis lancar bersama si Mbah adalah tetap dengan menyediakan konten (artikel/informasi) yang berkualitas dan menarik buat pengunjung. Itu saja. Titik. hehe

Boleh juga kita merenungkan petuah para ahli internet marketing, bahwa jangan menyediakan informasi (menulis artikel) semata-mata hanya untuk kepentingan Search Engine (Google), tapi tulislah untuk pembaca Anda. Agar mereka senang dan menghargai informasi yang Anda berikan.

Apalagi bila kita bisa mengombinasikan dua keperluan itu: Menulis untuk pembaca plus tulisan kita juga disukai oleh mesin pencari, woow, ini sesuatu yang sangat sangat ideal. Dari sana kita bisa mendapatkan natural traffic dan audience yang juga berkualitas hehe

Saya juga meringkas beberapa tips yang saya baca di blog lain soal update Algoritma Google ini. Intinya mereka secara umum meragukan kemampuan cara-cara hitam (blackhat) untuk mendapatkan kunjungan berlimpah dari internet.

Misalnya pikirkan kembali saat menggunakan software-software instan, script instan untuk mengeruk pengunjung, pikirkan kembali menggunakan barang-barang (misalnya plugin) ilegal, penggunaan keyword yang super lebay, mengulang-ulang kata kunci, model pencarian backlink yang menjurus tindakan SPAM, internal link yang penuh manipulasi (hehe), artikel copy paste (duplikat) dan banyak lainnya. Anda tentu bisa mencari sendiri apa saja kira-kira yang membuat Google tidak suka pada website Anda hehe

Akhir kata

Kita sebagai pebisnis internet sedikit banyak wajib tahu soal-soal urgent seperti ini, agar kualitas bisnis kita tentu bisa lebih baik. Jika Google saja memiliki minat sangat besar untuk memperbaiki layanan kepada penggunanya, kenapa kita tidak?

Yes, pertama-tama kita dalam menulis tentu bukan semata-mata untuk Google, tapi untuk reader kita. Tapi tak ada salahnya selalu mempertimbangkan lingkungan eksternal agar kita tetap update dan aktual dalam menjalankan bisnis

Salam sukses!

Catatan: Bacaan lain untuk memperkaya pengetahuan kita tentang update Algoritma Google, Google Caffeine, Google Panda dan Google Penguin, misalnya:

  • http://googlewebmastercentral.blogspot.com/2011/05/more-guidance-on-building-high-quality.html

  • http://en.wikipedia.org/wiki/Google_Panda

  • http://googleblog.blogspot.com/2011/02/finding-more-high-quality-sites-in.html

  • http://techcrunch.com/2012/03/03/how-google-panda-changed-our-business/

  • http://www.seomoz.org/google-algorithm-change

  • http://searchengineland.com/googles-matt-cutts-live-webchat-78570

Artikel Terkait

1 komentar so far

Mantap nih informasinya, setubuh nih, menulis kan untuk pembaca ya, bukan untuk si mbah aja, hhehe :D


EmoticonEmoticon