Kamis, 14 Juni 2012

Memberikan Pelayanan Terbaik Kepada Pelanggan

Pembeli adalah raja, begitu kata pepatah. Bagaimana kabar bisnis online Anda hari ini? Apakah dagangan Anda laku? Sudah dapat pembeli? Saya harap sukses selalu menyertai Anda.

Dalam bisnis online, mendapatkan pembeli merupakan suatu berkah. Namun jangan lupa, mendapatkan pembeli bukanlah merupakan akhir dari proses bisnis. Justru mendapatkan pembeli adalah langkah awal perkembangan bisnis Anda. Mengapa saya katakan demikian? Sebab ada pebisnis online yang sudah puas ketika barang dagangannya laku. Setelah itu pembeli tersebut dilupakan.

Tentu kita harus ingat susahnya mencari pembeli. Nah ketika kita sudah bertemu dan deal dengan pembeli, maka sebaiknya rawat dan jagalah baik-baik pembeli tersebut. Apalagi jika barang dagangan Anda merupakan barang dengan tingkat repeat order tinggi. Jangan sia-siakan momentum mendapatkan pembeli ini.

# Kepuasan Pelanggan

Soal kepuasan pelanggan adalah paling utama. Ya, pembeli adalah raja, buatlah sang raja puas. Berikanan pelayanan terbaik yang Anda miliki, tapi tidak lebay. Ingatlah susahnya Anda mendapatkan pembeli, tentu Anda tidak mau kan pembeli Anda lari dan menjauhi dagangan Anda hanya karena pelayanan yang buruk, lebay dan menyebalkan.

Bila pembeli puas, besar kemungkinan dia akan menjadi pelanggan Anda nanti, baik untuk bisnis dengan produk yang sama maupun lainnya. Dalam bisnis internet, bagaimana kita bisa mengukur kepuasan pembeli?

Pertama, sampaikan detail produk yang mereka order dengan sebenar-benarnya, tak perlu ditutup-tutupi, apalagi ada niat untuk menipu.

Kedua, posisikan diri Anda sebagai sang pembeli itu sendiri. Andaikan saja bila Anda merupakan pembeli, kira-kira apa yang Anda inginkan dalam transaksi bisnis ini.

Ketiga, karena ini adalah soal bisnis online di mana orang sering waswas dan ragu-ragu, maka berikan keyakinan setinggi-tingginya bahwa barang yang mereka order akan sampai di tujuan dengan selamat. Salah satu caranya, beli kita menjual barang yang kita kirim dengan paket ekspedisi, berikan nomer tracking pengiriman secepat-cepatnya sehingga sang pembeli tahu bahwa barang memang benar kita kirim.

Keempat, tentu saja, tanyakanlah bila barang sudah sampai. Tanyakan sejujurnya tentang pembelian dia kemarin, puas atau tidak, barangnya sudah sesuai keinginan atau tidak.

Sobat, sekali lagi ingin saya sampaikan, mencari pembeli itu susah, bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. Karena itu jangan sia-siakan hubungan yang sudah terjadi dalam deal pertama untuk menuju deal selanjutnya. Ke depan, hubungan bisa lebih baik bila meningkat menjadi hubungan persahabatan walaupun kita dan mereka saling berjauhan.

Saya kira Anda sudah sering mendapatkan pengalaman seperti ini. Saya juga. Semua orang akan berpengalaman seperti ini, karena semua itu manusiawi.

# Buatlah Daftar Pelanggan

Membuat daftar pelanggan (setidaknya orang yang pernah bertransaksi bisnis dengan kita) merupakan pekerjaan ringan yang paling sering diabaikan. Bahkan membuatnya pun kita kadang berpikir, untuk apa? Tapi pekerjaan ringan ini sangat penting artinya nanti. Akan ada perbedaan antara Anda dan kompetitor Anda bila Anda memiliki daftar ini. Bayangkan bila Anda memiliki 10.000 pelanggan, 20.000 pelanggan dan seterusnya. Saya yakin bisnis Anda sukses tanpa banyak kesulitan.

Anda bisa mencatatnya secara manual, tapi bila Anda punya keahlian pemrograman, mencatatnya di dalam sebuah sistem akan lebih efektif. Atau paling tidak gunakan juga tools-tools dalam komputer kita yang memang disediakan untuk itu, misalnya daftar alamat, daftar buku telepon dan seterusnya.

# Jangan Remehkan yang Sedikit

Semua hal yang banyak itu berasal dari yang sedikit. Jadi jangan pernah meremehkan yang sedikit. Disiplinlah dan buat rapi daftar pelanggan Anda. Walau Anda hanya memiliki 3 pelanggan misalnya, jangan kecil hati. Pada akhirnya, bila Anda konsisten, pelanggan akan terus bertambah seiring dengan waktu. Anda harus percaya itu. Hehe

Satu lagi, bagus bila Anda bisa melakukan kategorisasi tertentu, misalnya dari segi abjad, dari kesamaan kota, dan kategori lainnya. Ini akan memudahkan Anda untuk menghubungi dan lebih mengenal mereka.

# Mulailah dari Sekarang

Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Ya mulailah sekarang juga, jangan menunda. Action, action dan action! Nanti kalau sudah terbiasa, maka pekerjaan ini serasa menjadi pekerjaan wajib yang harus Anda lakukan, apalagi Anda berpikir bahwa mereka adalah sumber kesuksesan bisnis Anda.

Pekerjaan ‘menunda’, apalagi ini pekerjaan remeh, memang terkadang menjemukan. Seringkali kita terbebani pikiran, untuk apa semua ini saya lakukan. Ah kalau cuman 5 orang saya juga hafal tanpa dicatat. Kalau 20 orang Anda hafal? Kalau 100 orang Anda hafal? Ingat pencatatn sampai 30.000 orang dimulai dari mencatat semenjak 1.

# Kabari Info-info Terbaru tentang Bisnis Anda

Walaupun JANGAN terlalu sering agar mereka tetap nyaman bersama kita, kabarilah info-info terbaru bisnis Anda. Bisnis apa? Ya yang paling utama adalah bisnis saat kita deal. Jangan buru-buru mengabari bisnis Anda yang lain, kecuali kasus tertentu. Karena itu akan dianggap oleh mereka sebagai cermin inkonsistensi Anda dalam menjalankan sebuah bisnis. Contoh, Anda pernah deal dengan seseorang untuk produk A, jangan mendadak minggu besoknya Anda menawakan produk B yang sama sekali tak berkaitan dengan bisnis A milik Anda.

Secara etika, tetap beri kesempatan kepada mereka untuk unsubscribe. Artinya bila ada yang merasa terganggu dengan aktivitas ini, beri kesempatan mereka untuk tidak lagi menerima info dari Anda. Kalau via email ini mudah, dan biasanya disediakan oleh jasa autoresponder, tapi kalau via SMS Anda juga harus peka, tidak semua orang senang menerima SMS iklan bisnis.

# Bila Mungkin Buat Forum Tempat Berkumpul

Seharusnya, agar Anda bisa melampaui apa yang dipikirkan oleh para kompetitor Anda, berikanlah pelanggan Anda plus. Mereka membeli barang A, dan dapat pengetahuan lebih, dan kira-kira itu membuat pelanggan Anda semakin percaya. Itu namanya melakukan pemberdayaan dan share informasi.

Salah satunya adalah dengan membuat mereka bisa berkumpul di tempat yang sama. Kalau di internet biasanya Forum atau Grup (Grup Facebook, Grup Yahoo dan seterusnya). Buatlah itu sebagai upaya menerima kritik, saran dan feedback yang lain atas pelayanan dan jasa bisnis Anda.

# Untuk Bisnis Jaringan, Tawari Mereka Kemungkinan Berbisnis Bersama

Nah ini bila bisnis yang Anda tawarkan adalah bisnis jaringan, atau bisnis Multi Level Marketing (MLM). Terkadang Anda memang menjual produk MLM itu via internet. Terkadang pembeli memang hanya akan membeli produknya saja tanpa bergabung sebagai distributor. Nah ada peluang besar pelanggan Anda berubah menjadi mitra bisnis dengan berbagai keuntungan tertentu. Pelanggan Anda senang, Anda juga senang.

# Berikan Sentuhan Humanistik, bukan Semata-Mata Sentuhan Bisnis

Terakhir, last but not least, dalam semua proses bisnis kita memang seharusnya kita menganggap partner bisnis, pelanggan, mitra dan seterusnya sebagai manusia yang perlu sentuhan humanistik. Bahkan menurut saya harus dianggap sebagai saudara, bukan semata-mata partner bisnis dengan perlakuan kaku. Jangan perlakukan kaku, sekali-kali fleksibel-lah hehe

Begitu share saya hari ini …. dan

Salam sukses!!!

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon