Sabtu, 09 Februari 2013

Mimpi dan Harapan Sukses dalam Bisnis Online, Sebuah Motivasi untuk Diri Sendiri

Alkisah ada sebuah cerita tentang dua orang pemancing. Yang pertama sudah berumur, yang kedua masih muda. Kedua orang itu sudah berada di tepi sungai sejak pagi. Keduanya juga sudah memperoleh beberapa ikan besar dan kecil.

Sesekali Pak Tua memandangi anak muda di sampingnya dengan penuh keheranan. Sebab setiap si anak muda itu mendapatkan ikan, tidak semuanya dimasukkan keranjang yang sudah dibawanya dari rumah. Setiap ikan yang sudah didapatkan, dia timbang dan ukur melalui alat meteran yang dibawanya. Pak Tua semakin heran karena setiap ikan yang didapatkan dia ukur, dan ikan besar langsung dia lemparkan lagi ke kali. Itu terjadi berkali-kali, sampai sore hari tiba.

Heran dengan masalah itu, Pak Tua lalu memberanikan diri untuk bertanya. “Hak anak muda, saya heran melihat kamu sepanjang hari ini. Kamu dapat ikan besar-besar, tetapi mengapa kamu lemparkan lagi ke sungai?”

Anak muda itu lalu menjawab dengan ringan, “Pak Tua, saya harus ukur semua ikan yang saya dapatkan karena saya sesuaikan dengan keranjang yang saya bawa. Saya takut kalau saya mengambil iklan besar, keranjangnya tidak cukup. Saya hanya perlu ikan-ikan kecil saja. Lagian penggorengan ikan di rumah saya juga terlalu kecil untuk ikan-ikan besar tersebut.”

Pak Tua pun terperangah mendengar jawaban enteng dari si pemuda. Ia lalu berpikir keras, mengapa cita-cita harus dikendalikan oleh wadah yang sangat terbatas?

***


cita-cita harapanMORAL kisah yang bisa kita dapatkan dari cerita singkat ini mengingatkan kembali akan kata-kata, gantungkan cita-cita setinggi langit. Banyak orang yang mengurangi diri mereka karena terbatas pada wadah yang ada dalam hidup mereka.

Banyak orang yang tidak berpikir lebih besar, melihat lebih jauh, bertindak lebih besar dan tentunya berharap lebih besar. Kenyataannya banyak di antara kita yang berpikir demikian: Daripada memperluas cakrawala dengan memperbesar pengharapan, justru kita seringkali mengurangi potensi diri dengan menyusutkan sebuah harapan.

Benarkah demikian? Mungkin tidak juga, mungkin juga iya. Faktanya terlalu banyak orang gagal yang menyadari bahwa pengharapan mereka terbatas pada apa yang bisa dirasakan saja. Terbatas pada saat ini saja tanpa mampu membayangkan tingkat keberhasilan di masa mendatang.
“Mustahil meraih keberhasilan tanpa mengharapkannya. Pengharapan kita saat ini akan menuntun bagaimana kita menghadapi masa depan yang semakin sulit dan rumit.”

Itulah kenapa banyak orang gagal sebelum berhasil, setidaknya sebelum merasa berhasil. Sangat mungkin karena cita-cita dan pengharapannya terlalu kecil dan bahkan sudah berakhir. Orang-orang yang lebih banyak berpuas diri dengan kondisi seadanya saat ini.

Bagaimana harapan dan mimpi bekerja menuntun kita menyongsong masa depan? Pakaha mimpi dan harapan kita sudah hilang atas kondisi saat ini? Mungkin di antara kita ada yang dahulu memiliki mimpi dan sekarang sudah hilang; masa depan yang pernah diramalkan cerah justru suram. Pada semua kondisi seperti ini, hanyalah membangkitkan harapan dan mimpi sebagai langkah tersisa yang akan mendorong kuat kita untuk bangkit dan bangkit.

Bagaimana kabar bisnis online Anda? Semoga mimpi dan harapan tetap setia mengawal kita semua agar diberi kesuksesan dan keberhasilan. Salam sukses …

Gambar: http://www.easthill.org/am_cms_media/hope-2012.jpg

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon